Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemrograman. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Menggerakkan Komponen & Membuat Animasi menggunakan komponen tTimer

 
Pada bagian ini, anda akan belajar bagaimana menggerakkan komponen dan membuat animasinya dengan menggunakan komponent tTimer. Ikuti langkah-langkah berikut :
1.      Buat sebuah project baru. Set nama form anda dengan nama AnimasiForm.
2.      Masukkan komponen-komponen sebagai berikut :
Set Properti Komponen Animasi Delphi

3.      Set properti masing-masing komponen sebagai berikut :[TABLE=13]
4.   Bagi klausa tipe, tambahkan tipe baru tArah berupa set dari (diam,kiri, kanan, atas, bawah) [code language="php"]
type
tArah = (diam,kiri, kanan, atas, bawah);
[/code]
5.      Tambahkan konstanta langkah bernilai 10 [code language="php"]
const
langkah = 10;
[/code]
6.      Tambahkan variabel arah bertipe tArah [code language="php"]
var
AnimasiForm : TAnimasiForm;
arah        : tArah;
[/code]
7.      Pada bagian Implementation, buat kluasa tambahan Initialization berisi : [code language="php"]
implementation
Initialization
arah := diam;
end.
[/code]
8.   Sorot komponen SpeedButton1 sampai SpeedButton5. Klik Object Inspector, pada tab event di baris onclick, ketik event handler ChangeDirection. Ketik kode event handler sebagai berikut : [code language="php"]
procedure TAnimasiForm.ChangeDirection(Sender: TObject);
begin
if sender=SpeedButton1 then
arah := diam
else if sender=SpeedButton2 then
arah := atas
else if sender=SpeedButton3 then
arah := kiri
else if sender=SpeedButton4 then
arah := bawah
else if sender=SpeedButton5 then
arah := kanan
end;
[/code]
9.      Sorot komponen timer1. Ketik kode untuk event onTimer sebagai berikut : [code language="php"]
procedure TAnimasiForm.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
if arah=atas then
begin
Shape1.top := Shape1.Top - langkah;
if Shape1.Top<=0 then
arah := bawah
end
else if arah=bawah then
begin
Shape1.top := Shape1.Top + langkah;
if Shape1.top>=(panel2.Height - Shape1.Height) then
arah := atas
end
else if arah=kiri then
begin
Shape1.Left := Shape1.Left - langkah;
if Shape1.Left<=0 then
arah := kanan
end
else if arah=kanan then
begin
Shape1.Left := Shape1.Left + langkah;
if Shape1.Left>=(panel2.Width - Shape1.Width) then
arah := kiri
end;
end;
[/code]
10.  Simpan file unit anda dengan nama uAnimasi.PAS
11.  Simpan file project anda dengan nama Animasi.DPR. Sekarang kompilasi dan jalankan program anda
Pada bagian ini, anda telah belajar membuat animasi sederhana dengan menggunakan komponen tTimer. Semoga membantu.

Read More »
21.16 | 0 komentar

Kamis, 23 Mei 2013

Cara Membuat Aplikasi Chatting Menggunakan Delphi 7

Langkah - langkah Cara Membuat Aplikasi Chating Sendiri Menggunakan Delphi 7 :
1. Masuk ke Delphi 7.
2. Klik menu file --> New --> Application.
3. Buat desain interfacenya terlebih dahulu seperti gambar dibawah ini.
4. Komponen yang digunakan adalah dan isikan propertiesnya, caranya hampir sama dengan
Membuat Browser dengan Delphi 7 :
·         Edit1
·         Edit2  --> Name : eUser
·         Edit3 --> Name :eSend
·         Button1 --> Caption : Hubungkan
·         Button2 --> Caption : Kirim
·         Label1
·         Memo1
·         Label2
·         ClientSocket1
·         ServerSocket1
NB :
1. Untuk komponen diatas, selain yang warna biru tidak usah diganti setingan propertiesnya, biarkan    default saja.
2. Untuk yang berwarna merah berada di pallete internet. Oya hampir lupa, sebelum menggunakan komponen ClientSocket1 & ServerSocket1. Kita diharuskan menginstal terlebih dahulu komponen tersebut. Karena di Delphi ini blum desediakan langsung, kita diharuskan menginstal packages terlebih dahulu. Caranya masuk ke menu Component > Instal Packages... > Klik Add > Cari file yang bernama dclsockets70.bpl > Open > Ok. Maka ClientSocket1 & ServerSocket1 sudah muncul.
5. Setelah itu masukkan source code dibawah ini.
function GetNetUser : Ansistring;
var
  dwI : DWord;
begin
  dwI := MAX_PATH;
  SetLength (Result, dwI + 1);
  if WNetGetUser (Nil, PChar (Result), dwI) = NO_ERROR then
    SetLength (Result, StrLen (PChar (Result)))
  else
    SetLength (Result, 0)
end;
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
if Button1.Caption = 'Putuskan' then
  begin
    ClientSocket1.Active:= False;
    Button1.Font.Color :=clSkyBlue;
    Button1.Caption := 'Hubungkan';
  end
  else
  begin
    ClientSocket1.Host := Edit1.Text;
    ClientSocket1.Port := 1880;
    ClientSocket1.Active:= True;
    Button1.Font.Color :=clRed;
    Button1.Caption := 'Putuskan';
  end;
end;
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
if (ClientSocket1.Socket.Connected) then
   begin
      if trim(eUser.Text)='' then
      begin
        Memo1.Lines.Add(eUser.Text+eSend.Text);
        ClientSocket1.Socket.SendText(eUser.Text+eSend.Text);
      end
      else
      begin
        Memo1.Lines.Add(eUser.Text+':'+eSend.Text);
        ClientSocket1.Socket.SendText(eUser.Text+':'+eSend.Text);
      end;
      eSend.Text := '';
   end;
end;
procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
begin
ServerSocket1.Port:=1880;
   ServerSocket1.Open;
   eUser.Text := GetNetUser;
end;
procedure TForm1.ClientSocket1Connect(Sender: TObject;
  Socket: TCustomWinSocket);
begin
    Label1.Font.Color :=clBlue;
    Label1.Caption := 'Terhubung :)';
end;
procedure TForm1.ClientSocket1Error(Sender: TObject;
  Socket: TCustomWinSocket; ErrorEvent: TErrorEvent;
  var ErrorCode: Integer);
begin
   Label1.Font.Color :=clRed;
   Label1.Caption := 'Gagal terhubung ...';
end;
procedure TForm1.ServerSocket1ClientRead(Sender: TObject;
  Socket: TCustomWinSocket);
begin
Memo1.Lines.Add(Socket.ReceiveText);
end;
procedure TForm1.Label3Click(Sender: TObject);
begin
ShellExecute(Handle,'open','http://www.dwi-rahmadi.blogspot.com',nil,nil, SW_SHOWNORMAL);
end;
procedure TForm1.Label2MouseEnter(Sender: TObject);
begin
Label1.Font.Style:=[fsUnderline];
end;
procedure TForm1.Label2MouseLeave(Sender: TObject);
begin
Label1.Font.Style:=[];
end;
end.
NB : Untuk Source code yang saya kasih warna oranye, anda tinggal klik 2 kali pada buttonnnya. Dan untuk yang saya beri warna ungu, letakkan saja dimana saja.
6. Setelah sudah memasukkan semua source codenya tinggal mencoba antar komputer.


Read More »
09.17 | 0 komentar

Selasa, 14 Mei 2013

String dalam Bahasa C

STRING
Dasar-dasar String :
String sebenarnya merupakan penggunaan tipe data char secara berkelompok
Tipe data string merupakan array dari tipe data char
Deklarasi Variabel String :
Karena string merupakan array dari char, maka pendeklarasiannya sama dengan mendeklarasikan array dari char, yaitu :
Char nama_var [ jml_karakter ]
Contoh :
char alamat [40] –> deklarasi variabel alamat dengan tipe data string.
Nilai Variabel alamat terdiri dari beberapa karakter maksimal 40 karakter (0 s/d 39)
Inisialisasi Variabel String :
Variabel string dapat diinisialisasi dengan cara seperti berikut :
Char x[10]=“Permainan”;
x di memori setelah inisialisasi :
Karakter “” pada x [9] merupakan karakter null yang menandai berakhirnya suatu string.
Perbedaan Char dan String :
Char ‘A’ berbeda dengan string “A”
Lihat perbedaanya pada penggambaran memori berikut:
Operasi string tidak dapat dilakukan untuk tipe data char
Array of String :
Karena string merupakan array dari char, maka array string adalah array dua dimensi dari array char
Contoh : mendeklarasikan array yang menyimpan 30 nama, masing-masing nama terdiri dari 25 karakter
#define jml_orang 30
#define pjg_nama 25
….
Char nama [jml_orang] [pjg_nama]
Inisialisasi Array of String :
Inisialisasi array dari string dapat dilihat pada contoh berikut :
Char bulan[7] [10] = {“Senin”, “Selasa”, “Rabu”, “Kamis”, “Jumat”, “Sabtu”, “Minggu”}
Array of String dengan printf dan scanf :
Printf dan scanf dapat menangani argumen string dengan menggunakan format string %s
Contoh:
Printf(“Topik : %s\n”, string_var);
Secara default penulisan string menggunakan alignment rata kanan.
Untuk menuliskan string secara rata kiri (left justified) maka tuliskan tanda minus (-) didepan s
Contoh :
printf (“%-20s\n”,presiden);
Scanf digunakan untuk pemasukan string (input of string)
Fungsi-Fungsi pada Librari String :
String.h merupakan librari yang menyimpan fungsi-fungsi yang digunakan untuk menangani string ataupun substring.
Fungsi-fungsi dalam librari string.h antara lain : strcpy, strncpy, strcat, strncat, strcmp, strncmp, strlen.
a. Strcpy
Berfungsi untuk menyalin (copying) suatu string asal ke variable string tujuan. Bentuk umumnya : strcpy(var_tujuan, string_asal);
b. Strncpy
Berfungsi untuk menyalin (copying) suatu string asal ke variable string tujuan sebanyak n karakter sesuai yang diinginkan programmer. Bentuk umumnya: strncpy(var_tujuan, string_asal, n);. Dengan n adalah jumlah karakter yang ingin dipindahkan.
Cara menyalin substring di tengah :
Misal :
Char s2[10]
Char s1[15] = “Mar. 15, 2008”
s2 bernilai berapa?
Strncpy (s2,s1,3) –> s2 bernilai “Jan, “
Strncpy (s2, &s1[5], 2) –> s2 bernilai “15”
c. Strcat
Berfungsi untuk menambahkan string sumber ke bagian akhir dari string tujuan. Bentuk umumnya: strcat(tujuan, sumber);.
d. Strncat
Berfungsi sama dengan fungsi strcat, yaitu menambahkan string sumber ke bagian akhir dari string. Yang membedakan adalah pada jumlah karakter yang dipindahkan. Fungsi ini dapat memindahkan karakter sebanyak n karakter sesuai yang sudah diprogram oleh programmer. Bentuk umumnya: strncat(tujuan, sumber, n);. Dengan n adalah jumlah karakter yang ingin dipindahkan.
e. Strcmp
Berfungsi untuk membandingkan dua buah string. Hasil dari fungsi ini bertipe integer dengan nilai:
1) negative, bila string pertama kurang dari string kedua.
2) Nol, bila string pertama sama dengan string kedua.
3) Positif, bila string pertama lebih banyak dari string kedua.
Bentuk umumnya: strcmp(string1, string2);
f. Strncmp
Berfungsi untuk membandingkan n karakter pertama dalam dua buah string. Hasil dari fungsi ini sama dengan hasil dari fungsi strcmp. Bentuk umumnya:
Strncmp(string1, string2, n);. Dengan n adalah jumlah karakter yang ingin dibandingkan.
g. Strlen
Berfungsi untuk memperoleh jumlah karakter dari suatu string. Bentuk umumnya: strlen(string);
Operasi Karakter :
Fungsi dari library ctype.h :
a. Isalpha
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolok ukur fungsi akan bernilai benar jika argumen dalam syntax tersebut merupakan karakter yang berupa huruf dalam alphabet. Bentuk umumnya: isalpha(char);.
b. Isdigit
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolok ukur syntax akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) bila karakter merupakan sebuah angka (digit) dari nol sampai sembilan. Bentuk umum: isdigit(char);.
c. Islower
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolok ukur syntax ini bernilai benar (bukan nol) jika karakter merupakan huruf kecil.
Bentuk umumnya: islower(char);.
d. Isupper
Merupakan fungsi operasi karakter dengan tolok ukur fungsi ini akan menghasilkan nilai benar (bukan nol) jika karakter merupakan huruf capital.
Bentuk umumnya: isupper(char);.
e. Ispunct
Merupakan fasilitas yang ada dalam ctype.h yang berfungsi untuk memasukkan karakter yang berupa tanda baca (punctuation), tidak termasuk didalamnya karakter spasi, huruf alphabet, dan angka (digit).
Bentuk umumnya: ispunct(char);.
f. Isspace
Merupakan fasilitas yang ada dalam ctype.h yang berfungsi pada karakter-karakter seperti spasi, newline tab, dan tab. 

g. Tolower
Fungsi ini akan merubah huruf kapital menjadi huruf kecil.
Bentuk umum: tolower(char);.
h. Toupper
Fungsi ini akan merubah huruf kecil menjadi huruf kapital.
Bentuk umum: toupper(char);

Read More »
03.05 | 1 komentar

Array dalam Bahasa C

ARRAY
Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama.
Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik.
Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index.
Menurut dimensinya, array dapat dibedakan menjadi :
1. Array berdimensi satu
o Setiap elemen array dapat diakses melalui index
o Index array secara default dimulai dari 0
o Deklarasi array :
Tipe_array nama_array[ukuran]
2. Array berdimensi dua
- Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah buah kolom. Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.
- Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [baris][kolom]
3. Array multidimensi
- Array multidimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. Bentuk pendeklarasian array multidimensi sama saja dengan deklarasi array dimensi satu maupun dimensi dua.
- Deklarasi array :
Tipe_array nama_array [ukuran 1][ukuran 2] . . . [ukuran N]
Perbedaan array dengan tipe data lain :
Array dapat mempunyai sejumlah nilai, sedangkan tipe data lain hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja.
Array dapat digunakan untuk menyimpan beberapa nilai tipe data lain data (char, int, float, double, long, dll) yang sama dengan satu nama saja.
Selain itu, array dapat berupa satu dimensi atau lebih, sedangkan tipe data lain hanya berupa satu dimensi.
Array juga dapat digunakan sebagai parameter. Jenisnya :
a. Array dimensi satu sebagai parameter :
- Pengiriman parameter berupa array dimensi satu merupakan pengiriman secara acuan/referensi, karena yang dikirimkan adalah alamat dari elemen pertama arraynya, bukan seluruh nilai-nilai elemenya. Alamat elemen pertama dari array dapat ditunjukkan oleh nama lariknya yang tidak ditulis dengan indeknya.
Contoh:
#include
#include
int length(char x[]);
int main()
{
char string[256];
printf(”Ketikkan sembarang kalimat : “);
gets(string);
Lstring=length(string);
getch();
return(0);
}
int length(char x[])
{
int i, cek, L=0;
for(i=0;i<256;i++)
{
if (x[i]!=”)
L+=1;
else break;
}
return(L);
}
b. Array dua dimensi sebagai parameter :
- Pengiriman parameter berupa array dua dimensi hampir sama dengan pengiriman parameter array satu dimensi, hanya saja perbedaannya adalah dalam array dua dimensi harus menyebutkan baris dan kolom array dimensi dua tersebut, mendeklarasikan MAX_ROWS dan MAX_COLS yang digunakan untuk pengiriman parameter array dua dimensi dan pada saat pengiriman parameter formal array dua dimensi, kita harus menyebutkan banyaknya dimensi array untuk kolom, sehingga ukuran kolom dapat diketahui, hal ini berkaitan dengan pemesanan variabel array di memori.
Contoh:
#include
#include
void isi_matriks(int m[10][10],int b,int k);
int main()
{
int m1[10][10];
printf(”Masukkan baris dan kolom Matriks I : “);
scanf(”%d x %d”,&b1,&k1);
printf(”Masukkan baris dan kolom Matriks II : “);
scanf(”%d x %d”,&b2,&k2);
printf(”Masukkan isi Matriks I : \n”);
isi_matriks(m1,b1,k1);
getch();
return(0);
}
void isi_matriks(int m[10][10],int b,int k)
{
int i,j;
for (i=1;i<=b;i++)
{
for(j=1;j<=k;j++)
scanf(”%d”,&m[i][j]);
}
printf(”Matriks I : \n”);
for (i=1;i<=b;i++)
{
for(j=1;j<=k;j++)
printf(”%8d”,m[i][j]);
printf(”\n”);
}
}

Read More »
03.02 | 0 komentar

Fungsi dalam Bahasa C

FUNGSI

Fungsi :
-Bagian dari program yang dimaksudkan untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya. Program dari bahasa C dibentuk dari kumpulan-kumpulan fungsi, mulai dari fungsi utama, fungsi pustka, maupun fungsi yang dibuat oleh pemrogram.
Manfaat fungsi :
- Fungsi menjadikan program C memiliki struktur yang jelas. Dengan memisahkan langkah-langkah detil ke satu atau lebih fungsi, maka fungsi utama (main( )) akan menjadi lebih pendek, jelas dan mudah dimengerti.
- Fungsi-fungsi dapat dijinkan untuk menghindari penulisan yang sama berulang-ulang. Langkah-langkah program yang sama dan sering digunakan berulang-ulang dapat ditulis sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi-fungsi, selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah-langkah ini cukup memanggil fungsi-fungsi tersebut.
Nilai akhir dari suatu fungsi adalah nilai yang dikembalikan oleh fungsi berdasarkan input parameter-parameter yang dimasukkan.
Flowchart Fungsi
Contoh fungsi:
int rata(int x, int y, int z)
{
int ave;
ave = (x + y + z)/3;
return(ave);
}
Di dalam fungsi dikenal istilah Parameter Formal dan Parameter Aktual :
a. Parameter formal adalah parameter yang terdapat pada pendefinisian sebuah fungsi.
b. Parameter aktual adalah parameter yang terdapat pada saat pemanggilan fungsi.
Cara melewatkan parameter ke dalam suatu fungsi dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:
a. Pelewatan parameter melalui nilai (call by value) :
- pelewatan parameter ke dalam fungsi dengan menyalin nilai dari suatu variabel aktualnya. Maksudnya adalah fungsi menerima masukan berupa nilai, bukan alamat memori letak dari datanya dan nilai tersebut disimpan di alamat memori yang terpisah dari nilai aslinya yang digunakan oleh bagian program yang memanggil fungsi.
Contoh :
#include
#include
int kali(int a,int b, int c) //parameter formal
{
int x;
x = a * b * c;
return(x);
}
int main()
{
int a,b,c;
printf(”Masukkan angka 1 : “);
scanf(”%d”,&a);
printf(”Masukkan angka 2 : “);
scanf(”%d”,&b);
printf(”Masukkan angka 3 : “);
scanf(”%d”,&c);
printf(”Hasil perkalian ketiga bilangan adalah %d”,kali(a,b,c)); //parameter aktual
getch();
return(0);
}
b. Pelewatan parameter melalui acuan/referensi (call by reference) :
- pelewatan parameter ke dalam fungsi dengan menyalin alamat dari suatu variabel aktualnya. Fungsi yang menerima kiriman alamat ini akan menggunakan alamat yang sama untuk mendapatkan nilai datanya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pointer. Pointer adalah variabel yang merujuk pada alamat lokasi suatu memori tertentu, variable pointer dapat dideklarasikan dengan menuliskan nama variabelnya diawali dengan asterisk (‘*’). Perubahan yang terjadi pada variabel asal akan mengakibatkan perubahan pada variabel pointernya dan sebaliknya.
Contoh :
#include
#include
void desc_sort(int *bil1,int *bil2) //parameter formal
{
if(*bil1<*bil2)
{
*bil1 = *bil1 + *bil2;
*bil2 = *bil1 - *bil2;
*bil1 = *bil1 - *bil2;
}
}
int main()
{
int a,b,c;
printf(”Masukkan angka 1 : “);
scanf(”%d”,&a);
printf(”Masukkan angka 2 : “);
scanf(”%d”,&b);
printf(”Masukkan angka 3 : “);
scanf(”%d”,&c);
desc_sort(&a,&b); //parameter aktual
desc_sort(&a,&c); //parameter aktual
desc_sort(&b,&c); //parameter aktual
printf(”Hasil descending sort adalah %2d %2d %2d”,a,b,c);
getch();
return(0);
}
Di dalam penggunaan fungsi-fungsi dalam program kita mengenal adanya istilah variable local dan variable global :
a. Variabel lokal :
- Variabel yang nama dan nilainya hanya dikenal di suatu blok statement tertentu saja atau di dalam suatu fungsi. Variabel lokal harus dideklarasikan di dalam blok bersangkutan. Variabel lokal akan dihapus dari memori jika proses sudah meninggalkan blok statement letak variable lokalnya.
b. Variabel global :
- Variabel yang dikenal di semua bagian-bagian tertentu dari program. Variabel global dapat dibuat dengan cara mendeklarasikannya di luar suatu blok statement atau di luar fungsi-fungsi yang menggunakannya.

Read More »
03.01 | 0 komentar